Peran Ayah Menghadapi Masa-Masa Baby Blues

Pasca melahirkan, ada kalanya seorang ibu mengalami sindrome baby blues. Hal tersebut sangat wajar dialami seorang ibu baru. Dalam hal ini, peran ayah sangatlah penting. Keberadaan Ayah untuk senantiasa mendampingi, akan membantu pemulihan sindrome baby blues.

    Sindrome baby blues biasanya terjadi sejak beberapa hari pasca melahirkan. Ada yang mengalaminya hanya sebentar, tapi ada juga yang cukup lama. Hal ini tergantung pada kondisi fisik ibu, psikologis, dan lingkungan disekitarnya.

   Perasaan akan campur aduk ketika si kecil lahir. Saat itu mungkin perhatian yang selama ini tercurah pada ibu hamil, sedikit tersedot oleh lahirnya si kecil. Padahal ibu yang lelah dan sakit pasca melahirkan merasa lebih membutuhkan perhatian tersebut.

    Jangan panik, karena sebenarnya hal tersebut bisa diatasi atau setidaknya diminimalisir. Dalam hal ini peran ayah dan keluarga dekat sangat diperlukan. Ayah tidak boleh serta merta menyalahkan ibu ketika melihat pekerjaan rumah yang tidak selesai atau bayi yang terus saja menangis.

    Hal tersebut justru akan membuat ibu menjadi lebih depresi. Hal yang paling dibutuhkan oleh ibu saat itu adalah perhatian dan bantuan ayah. Agar tidak terlalu kewalahan, ada baiknya Anda berdua mempersiapkan rencana yang matang untuk pasca melahirkan.

    Salah satunya adalah dengan meminta bantuan dari orang tua atau mertua. Ide pulang ke rumah orang tua saat melahirkan atau orang tua yang menginap di rumah Anda. Hal itu bisa membantu mengurangi depresi ibu dan ayah baru pasca kelahiran si kecil.

    Sebagai suami, ayah bisa memberikan dukungan terus agar ibu mau melakukan perawatan pasca melahirkan. Mulai dari meminum jamu perawatan, senam nifas, dan sebagainya. Selain bisa membuat ibu menjadi rileks, hal tersebut pun membantu tubuh ibu menjadi lebih segar.

    Bayi mengutarakan semua keinginannya dengan tangisan. Maka tak heran jika bayi sering kali menangis. Menjadi depresi bagi ibu, ketika tidak bisa mengerti apa yang diinginkan sang bayi. Bergantian mengasuh antara ayah dan ibu, bisa mengurangi depresi ibu. Namun, jika bayi Anda terus-menerus rewel, sebaiknya segera dikonsultasikan pada dokter.

    Pada minggu-minggu pertama, Anda bisa terapkan hal-hal yang praktis untuk mengurangi beban pekerjaan rumah tanggan Anda. Seperti menggunakan jasa catering, mencuci di binatu, membeli kue-kue kering untuk tamu yang datang, dan lainnya.

    Jika ibu sudah terkena sidrome baby blues, berikanlah perhatian yang lebih besar padanya. Mulai dari hal-hal kecil seperti mengelus rambut atau punggungnya. Hal ini akan membantu menenangkannya. Banyak berdoa, mendengarkan ceramah-ceramah keagamaan, dan lainnya.

    Saat ada waktu senggang, tidak ada salahnya ayah mengajak ibu untuk pergi berdua saja. Bayi Anda bisa dititipkan pada orang tua untuk sementara waktu. Pergilah bersenang-senang sementara waktu untuk mengurangi penat.

    Kelahiran buah hati bukan menjadi tugas seorang ibu saja. Dalam hal ini peran ayah sangat penting. Hal ini akan sangat membantu ibu untuk mengurangi sindrome baby blues yang dialaminya.

sumber:

http://www.melindahospital.com

 

 

 

Categories: Untuk Para Suami | Tags: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: