Bahaya AC bagi Balita

Akibat dari global warming yang menyebabkan cuaca semakin hari semakin tidak menentu, kadang panas matahari sampai menyengat kulit , tapi kadang juga tiba-tiba hujan,  membuat manusia mencari jalan pintas terutama untuk menysiasati udara panas yaitu dengan menggunakan air conditioner (AC). Dahulu AC hanya digunakan di pabrik dan diperkantoran, tetapi sekarang hampir setiap rumah punya AC. Mungkin buat orang dewasa tidak terlalu berdampak  tapi bagaimana bagi Balita ?

Sebenarnya pendingin ruangan atau AC tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap kesehatan secara langsung. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan AC sering menjadi sumber masalah kesehatan pada anak, terutama anak-anak yang mempunyai alergi. Apalagi jika gejala alerginya muncul pada sistem pernafasan, seperti rinitis alergi atau asma. Gejala alergi anak-anak tersebut seringkali tercetus oleh beberapa faktor, dan yang paling sering adalah udara dingin, debu rumah dan asap rokok.

AC berperan dalam menciptakan pencetus udara dingin dan debu. Jika anak dengan alergi tidur diruangan ber-AC, sebaiknya AC dikondisikan pada suhu 24°C atau lebih tinggi. Jika memungkinkan, pengatur waktu disetel agar AC mati pada pukul 4 pagi, sehingga pada dini hari ruangan tetap sejuk namun tidak terlalu dingin.

Selain itu, jaga kebersihan AC. Untuk kota besar, filter udara AC biasanya sudah kotor oleh debu dalam waktu 2 minggu. Pembersihan filter ini dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan teknisi AC. Dengan dibersihkan, dapat mengurangi paparan debu yang banyak terperangkap dalam filter AC. Setiap 3 bulan AC harus dibersihkan oleh teknisi.

AC adalah alat pendingin ruangan yang sangat populer di daerah tropis seperti Indonesia. Penggunaan AC sebenarnya tidak sampai berpengaruh buruk bagi penggunannya. Justru pada cuaca yang panas dapat membuat istirahat kita jadi optimal (tidur nyenyak) sehingga meningkatkan kesehatan tubuh. Pada saat bekerja di ruangan dengan cuaca yang panas juga dapat meminimalkan keringat tubuh dan membuat nyaman tubuh kita dengan suhu yang ideal.

Namun demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

Suhu AC yang tepat untuk iklim tropis harus terjaga, yaitu 21-25 derajat celcius. Suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan kekeringan kulit terutama pada bayi dan balita.

Penggunaan AC jangan terus menerus (sebaiknya pada saat tidur saja), karena penggunaan AC terus menerus dapat menyebabkan kekeringan kulit.

Selama menggunakan AC perbanyaklah minum air putih (bagi orang dewasa), serta pemberian ASI dan susu yang cukup (bagi bayi da nbalita) untuk meminimalisir kekeringan pada kulit

Blower (fan speed) pada AC sebaiknya tidak distel terlalu kencang (paling rendah – medium saja) karena dapat menyebabkan debu-debu berterbangan yang dapat memicu batuk-batuk alergi

sumber : http://www.pantonanews.com

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: