Mendengkur atau Ngorok..

ngorok1
Tidak ada seorangpun yang ingin “ngorok” atau mendengkur saat tidur. Tentu saja, semua orang tidak suka bahkan malu bila dirinya ketahuan “ngorok”.
Mendengkur tak hanya mengganggu orang yang mendengarnya, tetapi juga membahayakan kesehatan si empunya tubuh. Sebagai teman tidur atau pasangan, ada beberapa langkah yang bisa Bunda & ayah lakukan untuk menghentikan suara dengkuran.

Apa sih “ngorok” itu?

“ngorok”, selanjutnya kita sebut snoring, adalah tertutupnya sebagian atau seluruhnya pangkal atas tenggorokan oleh lidah dan/atau soft palatum (orang Jawa menyebutnya inthil-inthil, bagian yang terlihat menggantung seperti sansak tinju di bagian dalam bila kita membuka mulut dan menghadapkannya pada kaca.)

Tertutupnya sebagian lubang tenggorokan ini menyebabkan suara yang tidak enak didengar, atau disebut snoring tadi. Bila seluruh lubang tenggorok tertutup, waduhh… bisa-bisa kita kehabisan napas karena diri kita sendiri. Inilah yang disebut  sleep apnea, versi parah dari snoring, dengan tanda-tanda mendadak tidak ada lagi bunyi “ngorok” seperti sebelumnya. Pada level yang berbahaya, bila sleep apnea ini terjadi cukup lama. Sama saja dengan ornag tidur yang tidak bernapas. Bisa-bisa tidurnya “kebablasan”. Tapi tenang aja, karena tubuh kita secara otomatis akan berpindah posisi bila terjadi snoring yang mengarah pada sleep apnea.

Pangkal lidah dan soft palatum jatuh, kok bisa?

Sebenarnya otot-otot lidah dan soft palatum termasuk otot yang kuat dalam tubuh kita, mengingat peranannya untuk membentuk vokal. Tapi, ya, namanya aja orang tidur. Kita kehilangan kesadaran saat tidur berarti kehilangan kendali atas otot-otot itu. Jadinya “ngorok”, deh…

Namun ngorok tuh lebih sering terjadi pada orang-orang yang gendut, lho. Kenapa bisa? Karena hampir banyak bagian tubuhnya yang tertutup lemak, sehingga lingkar tenggorok bagian dalam juga mudah terdesak oleh lemak, artinya pada orang gendut lebih mudah terjadi penyempitan.

snoring2
Lalu, bagaimana cara menghilangkan “ngorok”?

Cara yang paling gampang, adalah dengan “postural training”. Yakni memposisikan dengan benar tubuh kita sehingga memperkecil kemungkinan tersumbatnya tenggorokan oleh pangkal lidah atau soft palatum kita sendiri. Bisa dengan tidur berbaring miring, atau memposisikan tenggorokan kita sejajar dengan rongga mulut. Patokannya adalah seperti meletakkan pipa bola tenis di belakang leher kita. Sehingga posisi kita akan tengadah, untuk memperkecil kemungkinan jatuhnya pangkal lidah ke tenggorokan.

Termasuk menjaga kebiasaan baik, yakni dengan tidak merokok, menghidari minuman beralkohol dan olah raga cukup. Hal ini akan membuat tubuh kita lebih fit, sehingga tubuh kita masih punya cukup kendali untuk mempertahankan otot pangkal lidah dan soft palatum.

Sumber : algristian.wordpress

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Mendengkur atau Ngorok..

  1. dyahkartika

    Good information

    • Terima kasih sdri. Dyah kartika telah berkunjung ke blog RSIA Arvita Bunda..
      Ikuti terus informasi-informasi menarik lainnya di blog ini.
      Atau bisa juga diakses via FB RSIA Arvita Bunda

      —– Sehat & Bahagia Bersama Arvita Bunda —–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: